Rabu, 24 Maret 2010

MELAKUKAN PERUBAHAN DIRI

Pernahkah Anda berpikir, bahwa hidup Anda tidak mengalami kemajuan yang berarti dan memutuskan bahwa sekarang adalah saat tepat melakukan perubahan-perubahan? Anda telah membuat daftar atas hal-hal yang dapat Anda lakukan, tetapi kemudian berakhir di mana Anda tidak pernah melakukannya sama sekali? Atau, Anda berhasil melakukan perubahan-perubahan pada perilaku dan kebiasaan Anda, namun selang beberapa saat kemudian Anda berhenti dan kembali pada keadaan semula? Padahal, Anda benar-benar ingin berubah lebih baik.

Atau, justru Anda kebingungan dari mana perubahan-perubahan atas diri Anda dapat dimulai?

Betapa pun seringnya Anda mengumandangkan self transformation pada diri sendiri, apabila Anda tidak benar-benar melakukannya, Anda belum melakukan apa-apa kecuali perencanaan. Dan sebuah transformasi tidak terjadi seketika. Transformasi atas kehidupan Anda baru dapat terjadi saat Anda:

benar-benar menginginkannya, benar-benar mengusahakannya dan benar-benar mempertahankannya.

Sebuah perubahan, jika Anda menginginkannya, dapat Anda lakukan dan nikmati keuntungannya untuk kualitas kehidupan yang lebih baik, kualitas hubungan yang lebih harmonis, dan kualitas spiritualitas yang prima. Live to be alive - Menjadi lebih hidup.

Anda dikenal bukan saja dengan nama Anda tetapi juga dari karakter Anda. Karena itu, mulailah melakukan perubahan-perubahan pada diri sendiri, agar selain merasakan hidup Anda lebih maksimal, orang lain melihat perubahan yang Anda lakukan, kemudian meniru teladan yang Anda tinggalkan. Coba perhatikan bagaimana perilaku dan sikap Anda atas keadaan yang Anda alami, atas orang di sekitar Anda dan atas ketentuan-ketentuan yang ditetapkan di sekitar Anda. Kemudian, cermati reaksi Anda, hal-hal yang Anda temukan itu sesungguhnya adalah cerminan kepribadian Anda sebenarnya.

Alkisah, seorang Raja meletakkan sebongkah batu besar di tengah jalan. Ia bersembunyi untuk melihat apa yang terjadi, dan siapa yang akan menyingkirkan batu besar itu dari jalan. Beberapa pedagang kaya yang melalui jalan itu berjalan menghindari bongkahan batu seraya bersungut-sungut menyalahkan raja yang tidak dapat menjaga kebersihan jalan utama di kerajaannya sendiri.

Tak lama kemudian, beberapa hulubalang juga melewati jalan yang sama, dan berjalan menjauhi bongkahan batu itu, kemudian bergegas pergi. Setelah lama menunggu, tiba-tiba dari kejauhan Raja melihat seorang petani mendorong gerobak penuh sayur mayur melewati jalan yang sama. Ketika hampir dekat dengan bongkahan batu, si petani berhenti. Ia mencoba menyingkirkan batu besar itu dengan tangannya, karena besar dan berat, petani itu kelelahan dan beristirahat sejenak, kemudian mendorong batu dengan sekuat tenaga. Akhirnya batu besar itu dapat disingkirkan ke tepi jalan.

Saat petani hendak kembali mendorong gerobaknya, ia melihat sebuah kantong yang tergeletak di jalan tepat di bawah bongkahan batu besar tadi. Ia memungutnya, dan membuka talinya. Alangkah terkejutnya ia mendapati sejumlah uang emas dan catatan kecil dari sang Raja di dalamnya. Hadiah emas sengaja diberikan kepada siapa saja yang bersedia menyingkirkan bongkahan batu di tengah jalan. Petani itu tidak pernah menyangka hal sederhana yang ia lakukan dapat membawa keberuntungan besar baginya. (bersambung)

alvalima, alvalima