Senin, 06 September 2010

RENUNGAN RAMADHAN & REFLEKSI HARI RAYA IDUL FITRI

Pejalanan baru menuju 11 bulan ke depan lebih baik dan kita biasakan memiliki dan memelihara “Karakter Terpuji,” maka Anda akan heran bagaimana hal-hal itu dapat mengubah hidup Anda, dan membuat Anda bersemangat menjalani kehidupan.

Berikut ini adalah panduan Karakter Terpuji yang dapat Anda biasakan:

1. Trustworthiness (Dapat Dipercaya)

Jujur, tidak menipu, curang atau mencuri. Dapat diandalkan melakukan apa yang dijanjikan. Memiliki keberanian melakukan hal-hal yang benar. Setia terhadap keluarga, teman, Instansi/lembaga, bangsa dan negara.

2. Respect (Menghargai)
Menghargai orang lain. Toleransi pada perbedaan. Menggunakan tata krama dan bahasa sopan. Menjaga perasaan orang lain. Tidak mengancam, berjanji muluk-muluk, memukul atau menyakiti (hati) orang lain. Menghadapi dengan tenang dan bijaksana pada kemarahan, hinaan dan ketidakcocokan (pada siapapun yang mengecewakan).

3. Responsible (Bertanggungjawab)

Lakukan semua pekerjaan yang menjadi bagian Anda. Tidak mudah menyerah. Selalu mencoba yang terbaik sesuai kemampuan Anda. Gunakan pengendalian diri Anda dengan sebaik-baiknya. Disiplin diri. Berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin timbul. Memiliki kemampuan menciptakan pilihan-pilihan & mencintai pekerjaan itu sendiri.

4. Fairness (Adil)

Mengikuti aturan. Sabar menunggu giliran dan berbagi dengan yang lain. Berpikir terbuka, dan mau mendengarkan orang lain (tidak pandang pangkat/tidak). Tidak mengambil keuntungan sendiri dari orang lain. Tidak menghakimi orang lain secara sewenang-wenang, dan adil terhadap orang lain.
5. Caring (Penyayang)

Bersikap ramah dan sopan. Penyayang dan memedulikan orang lain. Senantiasa bersyukur. Memaafkan kesalahan orang lain dan membantu orang dalam kesusahan tidak dengan janji-janji palsu.

6. Citizenship

Kerjakan kewajiban pada institusi dan lingkungan kemasyarakatan dengan lebih baik. Bekerjasama. Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Menjadi tetangga yang baik. Menjaga informasi dan ikut pemilihan umum. Mematuhi undang-undang dan peraturan. Menghargai kewenangan dan pemerintah. Menjaga lingkungan hidup.

Momen tahunan (Ramadhan) adalah sebuah kesempatan menyucikan diri dari segala dosa dan kesalahan, sebuah anugerah untuk melakukan perubahan dan perbaikan. Sebuah komitmen mendekatkan diri dengan Allah Swt. Sebuah momentum dalam menegakkan kembali pilar-pilar karakter terpuji bagi diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain.

Karakter Anda tidak tercipta seketika, tetapi seketika ini juga Anda memiliki kendali dalam memutuskan apakah Anda mau berubah. Karakter Anda tidak dibangun dalam sehari, namun dapat dibiasakan sehari lepas sehari. Karakter yang Anda biasakan, bukan hanya untuk sebulan ini saja, tetapi dipelihara setiap bulan sepanjang hidup Anda. (Hanya orang yang mau Membaca yang punya kesempatan emas untuk menabur kebaikan) . Semoga bermanfaat. alvalima

Rabu, 24 Maret 2010

MELAKUKAN PERUBAHAN DIRI

Pernahkah Anda berpikir, bahwa hidup Anda tidak mengalami kemajuan yang berarti dan memutuskan bahwa sekarang adalah saat tepat melakukan perubahan-perubahan? Anda telah membuat daftar atas hal-hal yang dapat Anda lakukan, tetapi kemudian berakhir di mana Anda tidak pernah melakukannya sama sekali? Atau, Anda berhasil melakukan perubahan-perubahan pada perilaku dan kebiasaan Anda, namun selang beberapa saat kemudian Anda berhenti dan kembali pada keadaan semula? Padahal, Anda benar-benar ingin berubah lebih baik.

Atau, justru Anda kebingungan dari mana perubahan-perubahan atas diri Anda dapat dimulai?

Betapa pun seringnya Anda mengumandangkan self transformation pada diri sendiri, apabila Anda tidak benar-benar melakukannya, Anda belum melakukan apa-apa kecuali perencanaan. Dan sebuah transformasi tidak terjadi seketika. Transformasi atas kehidupan Anda baru dapat terjadi saat Anda:

benar-benar menginginkannya, benar-benar mengusahakannya dan benar-benar mempertahankannya.

Sebuah perubahan, jika Anda menginginkannya, dapat Anda lakukan dan nikmati keuntungannya untuk kualitas kehidupan yang lebih baik, kualitas hubungan yang lebih harmonis, dan kualitas spiritualitas yang prima. Live to be alive - Menjadi lebih hidup.

Anda dikenal bukan saja dengan nama Anda tetapi juga dari karakter Anda. Karena itu, mulailah melakukan perubahan-perubahan pada diri sendiri, agar selain merasakan hidup Anda lebih maksimal, orang lain melihat perubahan yang Anda lakukan, kemudian meniru teladan yang Anda tinggalkan. Coba perhatikan bagaimana perilaku dan sikap Anda atas keadaan yang Anda alami, atas orang di sekitar Anda dan atas ketentuan-ketentuan yang ditetapkan di sekitar Anda. Kemudian, cermati reaksi Anda, hal-hal yang Anda temukan itu sesungguhnya adalah cerminan kepribadian Anda sebenarnya.

Alkisah, seorang Raja meletakkan sebongkah batu besar di tengah jalan. Ia bersembunyi untuk melihat apa yang terjadi, dan siapa yang akan menyingkirkan batu besar itu dari jalan. Beberapa pedagang kaya yang melalui jalan itu berjalan menghindari bongkahan batu seraya bersungut-sungut menyalahkan raja yang tidak dapat menjaga kebersihan jalan utama di kerajaannya sendiri.

Tak lama kemudian, beberapa hulubalang juga melewati jalan yang sama, dan berjalan menjauhi bongkahan batu itu, kemudian bergegas pergi. Setelah lama menunggu, tiba-tiba dari kejauhan Raja melihat seorang petani mendorong gerobak penuh sayur mayur melewati jalan yang sama. Ketika hampir dekat dengan bongkahan batu, si petani berhenti. Ia mencoba menyingkirkan batu besar itu dengan tangannya, karena besar dan berat, petani itu kelelahan dan beristirahat sejenak, kemudian mendorong batu dengan sekuat tenaga. Akhirnya batu besar itu dapat disingkirkan ke tepi jalan.

Saat petani hendak kembali mendorong gerobaknya, ia melihat sebuah kantong yang tergeletak di jalan tepat di bawah bongkahan batu besar tadi. Ia memungutnya, dan membuka talinya. Alangkah terkejutnya ia mendapati sejumlah uang emas dan catatan kecil dari sang Raja di dalamnya. Hadiah emas sengaja diberikan kepada siapa saja yang bersedia menyingkirkan bongkahan batu di tengah jalan. Petani itu tidak pernah menyangka hal sederhana yang ia lakukan dapat membawa keberuntungan besar baginya. (bersambung)

alvalima, alvalima

Kamis, 21 Januari 2010

PIKIR DAHULU SEBELUM BERTINDAK

Sering kita mendengar nasehat dari orangtua atau guru yang mengatakan, kalau kita mau berbuat sesuatu, lebih baik dipikirkan dahulu, agar tidak menyesal di kemudian hari. Suatu nasihat yang sederhana. Namun pernahkan kita merenung apa makna sebenarnya dari kalimat tersebut? 

Secara mudahnya mungkin sebagian dari kita akan menganggap bahwa maknanya adalah jika mau bertindak, kita harus merencanakan dan berpikir terlebih dulu pertimbangan baik atau buruknya. Memang benar, tapi apakah sesederhana itu? 

Mari kita renungkan lagi apa yang menjadi inti dalam kalimat nasihat itu… 

“Kalau mau berbuat sesuatu, lebih baik dipikirkan dahulu…” 

Bukankah penekanannya ada pada sebuah anjuran agar kita berpikir? Inti kalimat tersebut adalah pikir. Kita diminta untuk berpikir! 

Mengapa? Seberapa besarkan pengaruh pikiran dalam tindakan kita? 

Apa itu pikiran? 

Mengapa sedemikian kuatnya pikiran itu sehingga banyak orang yang berpendapat bahwa hanya dengan mengarahkan pikiran maka kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan? 

Mengapa kita harus focus agar bisa berhasil mewujudkan apa yang kita pikirkan? 

Bagaimana dengan pengalaman orang-orang yang telah berhasil menguasai pikiran mereka sehingga mereka dapat menjadi bintang dalam pekerjaannya? 

Jawabannya mungkin ada pada pepatah ini.. 

What you think is what you do, What you do is what you get. 

Apa yang engkau pikirkan adalah apa yang engkau lakukan dan apa yang engkau lakukan adalah apa yang engkau dapatkan. Dengan kata lain, pikiran yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik dan pikiran yang buruk akan menghasilkan yang sesuatu yang buruk pula. Ternyata pikiran itu sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang. 

Bahkan, seseorang yang baru saja dinobatkan oleh pemirsa televisi menjadi yang terbaik di dunia Magic Indonesia, mengatakan bahwa dengan pikiran, kita dapat melakukan sesuatu yang tidak mungkin. 

Subhanallah... 

Ternyata itulah kekuatan pikiran. 

Dan istimewanya lagi, diantara semua mahluk ciptaanNya, hanya manusia yang diberi karunia berupa kemampuan untuk berpikir oleh Allah. Hewan hanya diberikan intuisi tapi mereka sesungguhnya tidak bisa berpikir, sehingga akhirnya hewan tidak mengetahui akibat perbuatannya. Mereka hanya bertindak sesuai dengan intuisi yang mereka miliki. Berbeda dengan manusia, yang merupakan makhluk Tuhan dengan kemampuan dapat mempertimbangkan segala sesuatu dengan pikirannya, sehingga bila kemampuan berpikirnya dipergunakan dengan baik, seharusnya manusia dapat menghindarkan diri dari hal-hal yang negatif. 

Jadi, berarti pikiran lebih dari sekedar hasil dari logika atau otak semata. Pikiran adalah sebuah produk gabungan dari logika, akal dan rasa. Untuk menghasilkan sebuah pikiran biasanya seseorang memerlukan waktu untuk berpikir. Setelah ditimbang-timbang, dirasa-rasa, baru kemudian diputuskan akan melakukan apa. Tak hanya itu, pikiran juga adalah energi atau gelombang otak dan jiwa yang telah diproses terlebih dahulu didalam hati. Bahkan banyak pula yang mengungkapkan, bahwa pikiran adalah energi yang kita berikan kepada alam dan akan langsung direspon oleh alam sekitar.

Banyak teori tentang definisi pikiran, namun yang harus kita lakukan adalah bagaimana menjaga pikiran ini agar tetap positif dan menimbulkan rasa nyaman didalam hati ketika kita melakukan sesuatu. Apabila dalam bertindak ada perasaan yang membuat hati kita tidak enak dan tidak nyaman, berarti kita harus segera memeriksa pikiran kita, mungkin ada yang salah. Bila sewaktu-waktu pikiran itu kemudian bergerak liar kemana-mana maka apabila tidak kita kendalikan, tentu lama kelamaan kita tak dapat membendungnya. Dan pikiran yang tak dikendalikan pada akhirnya akan membuat kita bertindak di luar kendali pula. Tapi untunglah, kita diberi kemampuan untuk dapat memilah pikiran kita, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang berguna dan mana yang tidak, mana yang paling kita perlukan dan butuhkan untuk menunjang tindakan selanjutnya dan mana yang tidak kita perlukan.

Dengan demikian, wajar apabila orang tua menasehati anak-anaknya agar berpikir dahulu sebelum bertindak. Karena ternyata sedemikian besarnya pengaruh yang dibuat oleh pikiran. Tugas kita sekarang, sebagai raja atas pikiran kita sendiri, adalah bagaimana agar setiap menit, bahkan setiap detik dalam hidup, kita isi dengan pikiran-pikiran positif yang membawa perasaan positif. Sekecil atau seremeh apapun pikiran itu, tetap harus kita jaga. Karena bila kita salah dalam berpikir, maka kemungkinan akan salah pula tindakan yang akan kita lakukan.

 Jadi, pikir dahulu sebelum bertindak!